Selasa, 29 Mei 2012

TAK ADA PEJABAT BERSIH?


Kalau kita baca dan lihat media, di sana terpapar berita tentang banyaknya pejabat yang bobrok. Puluhan profesi terlibat dalam tindak korupsi, seperti mantan menteri, anggota/mantan anggota DPR/DPRD, kepala daerah/mantan kepala daerah, hakim, dirut perseroan terbatas, kepala dinas, pejabat departemen, kepala desa, pegawai pemda, pegawai BUMN, pejabat perguruan tinggi, pegawai pajak, pemuka agama, juga tak ketinggalan, masyarakat biasa.
Melihat catatan yang ada, kebanyakan pelaku korupsi didominasi pejabat negara. Lalu timbul suatu keresahan dan tanya, apa memang sudah tak ada lagi pejabat yang bersih? apa usaha untuk membersihkan pejabat yang kotor?
Memang masih ada (sedikit) pejabat jujur di negeri ini. Mereka menjaga jabatannya dan tak korup, tak berkolusi, dan tidak nepotisme. Tinggal apakah ada kemauan dan kemampuan pejabat supaya bersih.
Agar tidak korupsi, semuanya dimulai dari kemauan semua pejabat negara. Kemauan harus dalam arti yang sebenar-benarnya, tidak dipoles untuk pencitraan, tidak juga bohongan. Kemauan harus disemestakan. Pimpinannya memulai, niscaya bawahan turut di belakangnya. Bukankah ikan busuk dimulai dari kepalanya?
Setelah ada kemauan, harus ada kemampuan menangkal korupsi. Kemampuan penegakan hukum memberantas korupsi juga kemampuan bagi pejabat negara untuk tidak berlaku koruptif. Jangan biasakan terima pemberian dari orang lain semasa menjabat, meskipun kecil, kecuali gaji dan tunjangan dari negara.
Bukankah hakikat pejabat negara itu seharusnya melayani (to serve)? Biaya pelayanan itu sudah dibayar negara? Negara mendapatkan dana dari pajak yang rakyat bayarkan. Intinya, jangan berlaku korup. Apakah para pejabat kita masih mau bersih? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu. 

Bagaimana dengan Aceh, dibawah kepemimpinan ZA - MM sekarang? masih adakah pejabat anak buahnya yg korup? mungkin ada mungkin tidak, kita lihat saja nanti perkembangan roda pemerintahan dibawah kepemimpinan mereka berdua. Bisa lebih baik atau bahkan sebaliknya, lebih buruk dari yang sebelumnya.